Mengulik Hukum Investasi Emas Secara Syariah
Mengulik Hukum Investasi Emas Secara Syariah

Mengulik Hukum Investasi Emas Secara Syariah

214 views

Forex.spektekno.com – Bagi masyarakat umum, investasi termudah yang bisa dilakukan adalah membeli emas, baik dalam bentuk perhiasan, dinar Koin, atau emas batangan.

Emas dikenal sebagai aset safe haven saat terjadi krisis ekonomi, sehingga cocok untuk menjadi bagian dari portofolio investasi. Emas juga merupakan salah satu aset investasi yang umumnya kebal terhadap inflasi untuk waktu yang lama, dan bersifat likuid alias mudah diperdagangkan setiap saat selama Toko Emas dibuka.

Tetapi untuk investasi emas fisik, Anda perlu memiliki ruang penyimpanan khusus yang benar-benar aman, mengingat kepemilikan emas dapat mengundang kejahatan kepada pemiliknya. Dalam hal ini, Anda dapat menyewa deposit box di bank.

Pandangan Investasi Emas Dalam Islam

Sebagai salah satu negara dengan mayoritas penduduk adalah Muslim, tidak mengherankan bahwa kegiatan seperti perdagangan untuk investasi dipertanyakan dalam status hukum Syariah. Pembahasan perdagangan halal menjadi topik yang tidak pernah luput dari pertanyaan ketika ada seminar kewirausahaan Islam. Tapi bagaimana dengan investasi?

READ:  Pengalaman Trading Di Octafx

Menurut koridor Islam, Hukum Investasi diperbolehkan, yang berarti diperbolehkan untuk tidak melakukannya. Status Hukum dinyatakan langsung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Terkait Emas, berikut ini akan dijelaskan hukum jual beli emas secara syariah:

1. Jual Beli Emas Harus Dilakukan Secara Tunai (Yadan Bi Yadin / Hulul)

Proses jual beli emas tidak boleh terlilit utang, karena dikhawatirkan harganya sudah berubah saat ingin membayar. Hal ini sesuai dengan hadits berikut sejarah Muslim:

Jadi, apakah jual beli emas secara kredit dilarang?

Menurut fatwa MUI no. No. 77 / DSN-MUI / 2010 tentang jual beli emas cashless yang diterbitkan melalui Dewan Syariah Nasional, jual beli emas cashless alias kredit tetap diperbolehkan. Fatwa berbunyi:

READ:  Pengertian lengkap Spread Forex

Jika Anda ingin membeli Emas Secara Kredit, maka ada beberapa syarat yang harus anda penuhi, antara lain:

  • Harga jual tidak naik selama jangka waktu perjanjian.
  • Emas tidak dapat dijamin.
  • Emas tidak boleh digadaikan sebelum dilunasi.
  • Emas belum menjadi alat tukar resmi.

2. Harus Sepadan (Tamatsul)

Sepadan berarti bahwa nilai tukar antara emas dan benda-benda lain harus persis sama, tidak lebih dan tidak kurang. Jika Anda ingin menukar emas dengan lukisan panorama yang indah, misalnya, maka pastikan kedua benda tersebut memiliki nilai yang seimbang. Jika barter dilakukan antara emas seharga Rp1. 500.000 dengan lukisan seharga Rp1. 000. 000 saja, maka tidak diperbolehkan.

3. Harus Saling Menerima (Taqabudl)

Jika penjualan dan pembelian emas telah disepakati, maka kedua belah pihak harus saling menerima. Selain itu, keduanya tidak diperbolehkan untuk menunda pengiriman barang masing-masing. Jika dijual saat ini, maka barang harus dikirim saat ini juga dengan tujuan transparansi.

READ:  Pengertian Swing Trading Saham

Namun, ada kalanya emas bisa diserahkan di hari lain karena pembelian dilakukan secara mencicil, atau dengan kata lain menabung. Sebagai contoh, perhatikan ilustrasi berikut:

Pada contoh di atas, emas tidak bisa diserahkan pada hari yang sama Anda menabung karena ada syarat yang harus dipenuhi. Mengenai hal ini, pengiriman emas di lain waktu masih diperbolehkan, asalkan harga emas pada awal menabung hingga mencapai nilai yang setara dengan 10 gram tidak berubah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *