Pengertian Lengkap FOMO Dalam Trading Forex
Pengertian Lengkap FOMO Dalam Trading Forex

Pengertian Lengkap FOMO Dalam Trading Forex

442 views

Forex.spktekno.com Penngertian Lengkap FOMO Dalam Trading Forex. Trader yang telah berpengalaman dan bijaksana akan selalu menganjurkan para trader pemula untuk trading dengan sabar dan menghindari keterlibatan emosi ketika mengambil keputusan yang penting. Anjuran itu memang sederhana dan rasanya tidak sulit untuk dilakukan terutama jika Anda masih bermain-main dengan account demo . Anda memang bisa melakukannya, sabar dan tidak emosional. Tetapi apa yang terjadi bila dana Anda telah benar-benar terlibat?

Ketidaksabaran biasanya terjadi ketika Anda trading pada pasar yang ranging atau sideways. Anda tidak sabar untuk segera menutup posisi karena pergerakan harga memang cenderung lambat. Secara psikologis, ketidaksabaran timbul karena ingin secepatnya meraup profit, ataupun merealisasikan kerugian agar bisa kembali entry.

Yang biasa terjadi adalah trader menutup posisi sebelum level Stop Loss atau target terkena. Padahal, trader legendaris Jesse Livermore pernah mengatakan: “spekulator yang pandai selalu sabar dan memiliki dana cadangan”.

Mengurangi Position Size Atau Memperkecil Leverage

Dari survey yang pernah dilakukan pada sejumlah trader yang sering mendapatkan profit dengan cepat, mereka cenderung yakin bahwa untuk trade-trade berikutnya akan berulang seperti itu, sehingga ketika harga tidak menyentuh level target profit dengan cepat, maka mereka akan menutup trade tersebut sebelum waktunya, meskipun kadang mereka mengalami kerugian.

Survey lain menunjukkan setelah trader mengalami kerugian, ia sangat berharap dan kadang yakin bahwa trade berikutnya pasti profitable. Alhasil ia memperbesar position size di luar rencana trading, dan dengan demikian ia juga memperbesar resiko.

Apakah benar trade tersebut profitable? Tidak seorangpun tahu, termasuk trader tersebut. Yang pasti ia telah menyalahi aturan yang telah ditetapkannya sendiri mengenai besarnya resiko yang bisa ditanggung pada setiap trade. Perlu diketahui, persentase profit yang mesti Anda peroleh untuk menutup kerugian adalah lebih besar dari persentasi kerugian itu sendiri. Jika Anda rugi 25% dari balance, maka harus profit 33.3% agar breakeven atau balik modal.

Dengan mengurangi position size (bukan malah memperbesar) ketika Anda merasa tidak sabar, maka akan bisa meredakan stress karena tidak terlalu khawatir lagi pada besarnya kerugian yang bakal Anda alami. Dengan cara ini Anda akan bisa melatih kesabaran.

READ:  App Forex Trading Terbaik Yang Sudah Terdaftar di OJK

Selain mengurangi position size, Anda juga bisa memperkecil leverage, sehingga margin Anda lebih besar. Margin Call akan membatasi besarnya kerugian jika mungkin Anda tidak menggunakan Stop Loss. Namun, hal ini tergantung dari broker Anda, apakah bisa berganti leverage pada setiap trade.

Melihat Trend Pada Time Frame Yang Lebih Tinggi

Metode kedua agar bisa lebih sabar adalah dengan melihat trend pergerakan harga pada time frame yang lebih tinggi. Saat ini trading USD/CNH (USD versus Chinese Yuan) pada time frame 1 jam (H1) atau yang lebih rendah, pergerakan harganya begitu choppy dengan trend yang tidak beraturan.

Jika Anda hanya memperhatikan time frame tersebut dan kurang sabar, maka akan cenderung stress dan mungkin frustasi. Namun, Anda akan lebih tenang dan sabar setelah mengamati trend pasangan mata uang tersebut pada time frame harian (daily) yang masih bergerak konsisten uptrend.

Trader harian yang telah berpengalaman selalu melihat ke time frame yang lebih tinggi, sehingga mereka tampak lebih sabar. Anda bisa melatihnya juga. Selain USD/CNH, pasangan lain yang saat ini sedang trending dengan kuat adalah GBP/AUD, AUD/NZD, XAG/USD (Silver versus USD) dan juga USD Index.

Trading yang sukses dipengaruhi dari banyak faktor. Namun, psikologis trader sendirilah yang paling berpengaruh. Salah satunya rasa takut yang berlebihan. Itulah yang disebut dengan Fear Of Missing Out atau disingkat FOMO. Apa saja gejalanya? Apakah FOMO dalam trading itu sangat membahayakan? Dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasannya lebih lanjut berikut ini.

Arti FOMO Dalam Trading Forex

Dalam trading, FOMO adalah rasa takut untuk ketinggalan mendapatkan profit. Trader yang mengalaminya, merasa cemas berlebihan kalau melewatkan cuan dalam trading. Misalnya, hanya dikarenakan takut tidak kebagian profit, trader cepat-cepat buka posisi meskipun tren harga terlanjur menguat atau bahkan sudah menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

Mereka melakukan hal tersebut di luar batas kewajaran dan tidak berpikir panjang. Ilmu trading pun tidak berlaku pada trader “pengidap” FOMO. Mereka hanya ingin segera melakukan transaksi agar segera mendapatkan keuntungan. Kondisi FOMO juga belaku saat trading saham, forex, maupun kripto.

Oleh karena itu, trader yang terserang FOMO ini dapat dikatakan dalam posisi bahaya. Kenapa? Mereka sebenarnya tidak dapat mengendalikan emosi dalam diri sendiri. Akibatnya, lingkungan luar malah yang mempengaruhi trader saat trading. Padahal, semua untung-ruginya trading ditanggung oleh trader itu sendiri, bukan orang lain.

READ:  Perhitungan dan Pengelolaan Bunga Deposito

Gejala FOMO
Kalau ditanya apa penyebab gejala FOMO dalam trading, jawabannya sangat mudah: sifat alami manusia itu sendiri. Sebenarnya, manusia dikaruniai dengan logika untuk berpikir. Namun, semuanya kembali ke individu masing-masing. Jika tidak mampu mengendalikan diri sendiri, maka faktor luar berpeluang besar untuk mempengaruhi emosi saat trading.

Apalagi saat ini, semua orang bisa mendapatkan informasi dengan mudah. Trader yang mudah terpengaruh tentu lebih cepat “terserang virus” FOMO. Contohnya, saat trader sedang melihat harga yang terus mengalami kenaikan di chart ataupun dalam obrolan para member di komunitas trading online, ia akan langsung berpikir bahwa kesempatan tersebut tak bisa dilewatkan. Akhirnya, ia melakukan order secepat-cepatnya tanpa memikirkan apa yang terjadi selanjutnya.

Rasa takut ketinggalan untuk mendapatkan keuntungan pun “menguasai” pikiran. Mereka mengabaikan pikiran rasional maupun strategi trading yang mungkin sebelumnya sudah dipersiapkan, karena ada rasa tidak sabar dan kegelisahan yang terus menghantui pikiran trader.

Apakah FOMO Berbahaya?

Pasti tentu berbahaya. Terutama bagi trader itu sendiri. Mengapa demikian? Karena dalam trading, harga bisa saja tidak mengalami penguatan atau penurunan secara terus-menerus. Sebagaimana diketahui umumnya, harga dalam trading forex bersifat fluktuatif. Tidak ada yang pasti, harga bisa naik-turun dalam hitungan detik.

Kalau harga naik, pasti trader merasa senang karena mendapatkan keuntungan. Nah, beda lagi kalau harga terus anjlok setelah trader membeli pada posisi harga tinggi, tentunya mereka langsung rugi besar. Trader yang mengalami FOMO dalam trading cenderung mengambil posisi yang memiliki risiko tinggi karena hal tersebut. Akibatnya, penyesalan datang kemudian.

Tentunya, dampak FOMO tidak berhenti sampai di situ saja. Trader yang mengalami kerugian akan terpengaruh mental tradingnya. Mereka yang tidak mampu menghadapi kenyataan yang menyedihkan itu, bisa jadi berujung stres hingga depresi.

Seperti yang dilaporkan di The Nottingham Post, FOMO dalam trading forex juga mengakibatkan hubungan sosial trader jadi buruk. Misalnya, saat trader terlalu berpacu dengan trading agar tidak ketinggalan mendapatkan keuntungan, maka otomatis tidak ada waktu untuk bersosialisasi dengan orang sekitar.

READ:  Hati Hati Tertipu Robot Rrading

Yang pasti, FOMO sangatlah berbahaya. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya seperti penjelasan di atas saja. Namun, FOMO juga bisa merembet ke hal lainnya yang mungkin lebih buruk. Karena itu, diperlukan langkah pencegahan agar tidak terserang gejala FOMO dalam trading forex.

Cara Mengantisipasi FOMO

Umumnya, trader yang mengalami FOMO adalah mereka yang tidak memiliki strategi trading dengan mantap. Sebab itu, mempersiapkan diri dengan membuat jurnal trading dianggap sangat penting sebelum melakukan transaksi. Strategi itu bertujuan untuk mempermudah proses trader selama terjun di pasar trading.

Jika sudah ada persiapan matang dengan jurnal trading, maka trader lebih mudah menghadapi segala macam risiko yang terjadi nantinya. Trader juga bisa memanfaatkan sistem order otomatis, seperti Buy Limit, Buy Stop, Sell Limit, dan Sell Stop. Sistem itu dapat membantu trader agar tidak terlalu “kemaruk” atau FOMO dalam trading forex.

Selagi trading, jangan lupa juga untuk menyisihkan waktu istirahat sejenak. Misalnya, istirahat sebentar dengan minum kopi dan senam ringan. Relaksasi tersebut dapat membantu me-refresh pikiran trader sebelum kembali ke pasar trading. Trader akan jauh lebih mudah untuk menyusun strategi dalam jurnal trading.

Selain menyusung trading plan, trader juga perlu pintar mengendalikan diri sendiri. Kedisiplinan harus dibangun dengan kuat untuk menajemen diri sendiri. Trader harus mengetahui bahwa trading forex memerlukan keputusan yang tepat, ketepatan waktu, dan manajemen risiko. Karena itu, disiplin sangat penting agar terhindar dari FOMO saat trading.

Selanjutnya adalah menguasai ilmu trading dengan baik. FOMO seringkali menyerang trader pemula karena mereka belum memiliki ilmu secara kuat dan pengalaman yang matang. Karena itu, trader harus terus belajar dan belajar trading forex. Tidak ada salahnya kalau trader menambah ilmu dari orang-orang yang sudah profesional dalam trading. Tidak hanya menambah wawasan, hal tersebut juga dapat digunakan untuk membangun sosialisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *