Pengetahuan Dasar Pasar Modal Yang Harus Anda Ketahui
Pengetahuan Dasar Pasar Modal Yang Harus Anda Ketahui

Pengetahuan Dasar Pasar Modal Yang Harus Anda Ketahui

381 views

Forex.spektekno.com – Anda mungkin sering melihat berita atau mendengar obrolan tentang pasar modal. Namun, tahukah Anda apa itu pasar modal, barang apa yang diperdagangkan di dalamnya, dan siapa pemainnya?

Terkadang, ada orang yang antipati tanpa memahami definisi sebenarnya dari pasar modal, hanya karena labelisasi serampangan seperti Kapitalis dan liberal. Padahal, pasar modal memegang peranan penting dalam membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk meningkatkan modal usaha.

Definisi Pasar Modal

Pasar modal mengoordinasikan perdagangan berbagai sekuritas (sekuritas) seperti saham, obligasi, opsi, dan sebagainya. Secara khusus, pasar modal mengakomodasi kegiatan yang berkaitan dengan Penawaran Umum, Perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang terkait dengan efek yang diterbitkan, dan berbagai lembaga dan profesi yang terkait dengan efek.

Pasar modal memiliki posisi strategis dalam pengembangan perekonomian nasional. Perusahaan nasional dapat menggunakannya untuk mengumpulkan dana tambahan untuk ekspansi bisnis, baik melalui peluncuran penawaran umum perdana, penerbitan obligasi, atau penggunaan surat berharga lain yang biasa beredar di pasar modal.

Di sisi lain, pertumbuhan pasar modal sangat bergantung pada kinerja perusahaan efek. Semakin baik kinerja perusahaan, semakin banyak investor yang tertarik untuk memiliki efek.

Dilihat dari pengertian di atas, jelas bahwa pasar modal merupakan salah satu cara bagi perusahaan untuk mencari dana, yaitu dengan menjual hak kepemilikan perusahaan kepada masyarakat.

Sebaliknya, Pasar Modal memberikan alternatif bagi investor selain berbagai jenis investasi lainnya, seperti deposito bank, pembelian emas, asuransi, properti, dll. Pasar modal bertindak sebagai penghubung investor dengan perusahaan atau instansi pemerintah melalui instrumen perdagangan seperti obligasi, saham, dan lain-lain.

READ:  Aksi Beli Gold Dilihat Dari Indikator RSI

Pasar modal pada dasarnya adalah pasar yang tidak jauh berbeda dengan pasar tradisional yang kita kenal. Ada juga pedagang, pembeli, dan kegiatan tawar-menawar harga.

Pasar modal juga dapat diartikan sebagai wahana yang menyatukan pihak-pihak yang membutuhkan dana dengan pihak-pihak yang menyediakan dana, sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh lembaga dan profesi terkait sekuritas di Indonesia.

Sejarah Pasar Modal Di Indonesia

1. Pasar Modal Era Kolonial

Menurut buku “Effectengids” yang diterbitkan oleh Vereneging voor den Effectenhandel pada tahun 1939, Transaksi Efek telah berlangsung sejak tahun 1880. Namun, pada saat itu transaksi sekuritas dilakukan tanpa organisasi resmi, sehingga catatan transaksi tersebut tidak lengkap.

Pada tahun 1878, perusahaan Dunlop & Koff dibentuk untuk perdagangan komoditas dan sekuritas. Selanjutnya pada tahun 1892, perusahaan perkebunan Cultuur Maatschappij Goalpara di Batavia mengeluarkan prospektus untuk penjualan 400 saham dengan harga 500 Gulden per saham.

Empat tahun berikutnya (1896), harian het Centrum djoejacarta juga mengeluarkan prospektus untuk penjualan saham senilai 105 ribu Gulden dengan harga perdana 100 Gulden per saham.

Tidak ada informasi apakah saham di era kolonial diperdagangkan. Menurut perkiraan, saham yang diperdagangkan tercatat di Bursa Amsterdam, namun investor berada di Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Namun, dapat dikatakan bahwa ini adalah periode awal sejarah pasar modal Indonesia.

Bursa saham pertama di Indonesia didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda di Batavia pada bulan Desember 1912. Bursa saham ini ditutup selama Perang Dunia i, tetapi dibuka kembali pada tahun 1925. Selama 1925-1942, Bursa Efek Jakarta beroperasi dengan Bursa Efek Semarang dan Surabaya, sebelum ditutup lagi karena Perang Dunia II.

READ:  Perbedaan Token Vs Koin Kripto Yang Wajib Anda Ketahui

2. Bursa Efek Indonesia

Setelah Indonesia merdeka, Bursa saham baru diresmikan kembali oleh Presiden Soeharto pada 10 Agustus 1977, bersama dengan Go public PT Semen Cibinong sebagai emiten pertama. Saat itu, JSE (Bursa Efek Jakarta) dijalankan di bawah naungan BAPEPAM (Badan Pelaksana Pasar Modal). Mulai tanggal 19 Juni 1989, Bursa Efek Surabaya (bes) juga diaktifkan kembali.

Seiring dengan perkembangan teknologi, kedua bursa saham mulai mengembangkan perdagangan elektronik. Dimulai dengan dimulainya sistem otomasi perdagangan di JSE melalui Jats (Jakarta Automated Trading Systems), kemudian diimplementasikan sistem perdagangan Jarak Jauh (remote trading) mulai tahun 2002. Transaksi pasar modal dapat dilakukan secara online, sehingga broker dan investor tidak lagi harus hadir langsung di lantai bursa.

30 November 2007 menjadi tonggak sejarah baru, karena JSX dan BES digabung menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI). Di bawah “rumah” baru ini, perkembangan pasar modal Nusantara semakin ekspansif, termasuk adanya mekanisme perdagangan Syariah, penyesuaian ukuran lot dan harga tick, penentuan limit auto Rejection, kampanye” Ayo Simpan saham”, dan masih banyak lagi.

Pelaku Pasar Modal

Seperti pada umumnya, pasar adalah tempat jual beli, serta pasar modal. Lalu, siapa saja pelaku pasar modal? Ada beberapa kelas pelaku pasar berdasarkan perannya, antara lain:

1. Emiten

Emiten adalah perusahaan yang melakukan emisi, baik dalam bentuk saham maupun obligasi. Secara internasional, istilah emiten dikenal sebagai “emiten” yang berasal dari kata” perusahaan penerbit”, yang berarti perusahaan yang menerbitkan dan menawarkan sekuritas untuk dijual kepada publik.

READ:  AWAL MEMULAI BELAJAR TRADING FOREX (PANDUAN LENGKAP UNTUK PEMULA)

2. Investor

Investor adalah investor yang akan membeli atau menginvestasikan modalnya di perusahaan penerbit. Sebelum membeli sekuritas yang ditawarkan, investor biasanya melakukan penelitian dan analisis tertentu. Analisis ini mencakup bonafide perusahaan, prospek bisnis perusahaan dan berbagai analisis saham lainnya.

3. Underwriter

Untuk menawarkan sekuritas untuk dijual kepada publik, penerbit akan menunjuk pihak ketiga yang akan bertindak sebagai penjamin emisi atau dikenal sebagai “penjamin emisi”. Penjamin emisi efek ini merupakan perusahaan efek yang telah memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

4. Agen Penjualan

Agen penjualan adalah pihak yang menjual sekuritas perusahaan yang akan “Go Public” tanpa kontrak dengan penerbit yang bersangkutan. Dengan demikian, selain dilakukan oleh penjamin utama emisi efek, penjualan efek juga dilakukan oleh agen penjualan.

5. Broker (Broker)

Investor dapat mengakses pasar modal melalui mediasi broker, sering dikenal sebagai”broker”. Tidak sembarang orang bisa menjadi broker, karena ada tes sertifikasi khusus untuk securities brokerage Representatives (WPPE). Layanan broker dapat diperoleh oleh investor dengan mendaftar ke perusahaan sekuritas.

Selain pelaku pasar modal tersebut, terdapat juga berbagai Lembaga Penunjang Pasar Modal seperti kustodian, Biro Administrasi Efek, dan wali amanat. Sebagian besar Memainkan Peran di belakang layar, sehingga investor Umum Seperti kita tidak terkait langsung dengan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *