Perhitungan dan Pengelolaan Bunga Deposito
Perhitungan dan Pengelolaan Bunga Deposito

Perhitungan dan Pengelolaan Bunga Deposito

274 views

Forex.spektekno.com – Menghitung bunga deposito jauh lebih mudah daripada menghitung bunga kredit. Anda cukup mencatat tenor deposito dan jumlah bunga deposito dari bank ketika Anda memasukkan deposit. Di sini kami akan menjelaskan lebih lanjut tentang cara menghitung bunga deposito dan pengelolaannya.

Perhitungan Bunga Deposito

Bank umumnya menetapkan jumlah bunga yang berbeda tergantung pada tenor. Ada deposito bertenor (Term) 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Tenor 1 bulan berarti setoran tidak dapat diambil sebelum jatuh tempo, yaitu 1 bulan. Demikian pula, jika deposit adalah 3 bulan, maka jatuh tempo adalah 3 bulan, dan seterusnya.

Anda dapat mengetahui jumlah bunga untuk setiap jenis deposito dari halaman data suku bunga deposito kami, di kantor Bank Anda, atau dengan bertanya kepada petugas bank. Jumlah bunga adalah p. A. (per tahun), atau bunga per tahun. Oleh karena itu, perhitungan tidak dapat dikalikan dengan jumlah uang yang anda setorkan.

Selain itu, meskipun deposito bebas pajak, tetapi bunga deposito untuk deposito dengan besaran di atas Rp7. 500.000 akan dikenakan pajak 20%. Oleh karena itu, pendapatan bunga Anda harus memperhitungkan pajak akun juga.

READ:  Cara Untuk Daftar Broker Forex Resmi di Indonesia

Rumus untuk menghitung bunga deposito setidaknya dua cara:

1. Perhitungan bunga deposito per tenor sebelum pajak.

Total bunga = jumlah deposit x bunga tahunan x (tenor / 12) x 100%

Misalnya, jika Anda menyetor 7 juta rupiah dalam setoran 3 bulan dengan bunga 6%, maka total bunga yang akan anda peroleh setelah tiga bulan adalah: 7.000.000 x 6% x (3/12) x 100% = 105.000. Karena jumlah setoran anda di bawah batas 7.500.000, maka Anda tidak perlu memperhitungkan pajak 20%.

2. Perhitungan bunga deposito bulanan setelah pajak.

Total bunga = jumlah deposit x bunga tahunan x (30/365) x 80%

Misalnya, jika Anda menyetor 10 juta rupiah dalam setoran 3 bulan dengan bunga 6%, maka total bunga yang akan anda peroleh setelah tiga bulan adalah: 10.000.000 x 6% x (30/365) x 80% = 39.452.

Jumlahnya sudah dapat dikurangkan dari pajak, jadi untuk mengetahui total bunga setelah tiga bulan, Anda cukup mengalikannya dengan tiga, menjadi = 39,452 x 3 = 118,356.

Perhitungannya cukup mudah, bukan? Atau, jika Anda tidak ingin repot menghitung sendiri, Anda dapat memanfaatkan kalkulator bunga deposito kami. Kalkulator ini dapat digunakan untuk menghitung jumlah bunga deposito dengan jumlah lebih dari Rp 7.500.000, serta dikurangi pajak.

READ:  Robot Trading Binance Untuk Blajar 2022

Manajemen Bunga Deposito

Jika kita menyimpan dana pada setoran 3 bulan, maka dana hanya dapat ditarik setelah tiga bulan. Bisakah bunganya juga baru didapat setelah tiga bulan? Belum tentu. Tergantung pada bank tempat Anda menyetor uang anda, anda dapat memilih untuk mengambil bunga per bulan atau menumpuknya hingga jatuh tempo.

Berikut adalah beberapa opsi manajemen bunga deposito yang mungkin tersedia dan Anda dapat memilih:

1. Rollover Non-otomatis (non-ARO)

Setoran non-ARO berarti bahwa setoran berakhir pada saat jatuh tempo sesuai dengan perjanjian awal, sementara bunga dapat ditarik setiap bulan dan secara otomatis ditransfer ke akun yang telah ditentukan, atau diambil bersamaan dengan penarikan setoran pada saat jatuh tempo.

2. Rollover otomatis (ARO)

Aro deposit mengacu pada perpanjangan otomatis deposito. Misalkan Anda menyimpan 10 juta pada setoran tiga bulan dengan ARO, maka jika setelah tiga bulan pertama tidak ditarik, maka secara otomatis akan diperpanjang hingga tiga bulan ke depan. Anda dapat mengatur bunga untuk masuk ke rekening tabungan secara otomatis setiap bulan atau pada akhir setiap jatuh tempo.

READ:  BigoMex Luncurkan Token BGM Agar Pengalaman Trading Lebih Baik

3. Otomatis Rollover Plus (ARO+)

Deposito Aro + adalah pengembangan ARO. Dengan ARO+, dana pokok dalam deposito dan bunga yang diperoleh pada periode awal akan segera diperpanjang ke periode berikutnya setelah jatuh tempo.

Misalnya, jika Anda menyetor $ 10 juta pada setoran tiga bulan dengan ARO+, maka jika setelah tiga bulan pertama tidak ditarik, pokok dan bunga $ 10 juta dari tiga bulan pertama akan secara otomatis menjadi pokok dari perpanjangan setoran ke tiga bulan ke depan.

Sebagai pelanggan, Anda memiliki kebebasan untuk memilih periode penarikan deposit dan metode yang sesuai dengan kebutuhan anda. Perhatikan bahwa penarikan deposit sebelum periode jatuh tempo dapat mengakibatkan Anda didenda, bahkan kehilangan bunga yang dijanjikan. Oleh karena itu, penting untuk hati-hati memilih persyaratan dan model manajemen deposito

Leave a Reply

Your email address will not be published.